Memulai usaha baru untuk bisnis
Rating: 4.5
Diulas oleh:
kiki
Memulai usaha baru untuk bisnis
Invoku.com
Membangun suatu bisnis sendiri bukanlah hanya tentang memiliki mimpi besar. Ada banyak hal dan langkah nyata untuk memastikan tingkat keberhasilan memulai suatu bisnis. Masalahnya, apa saja langkah-langkah yang harus ditempuh agar kita bisa sukses dalam memulai usaha baru?
Cara & Langkah
- Menemukan Ide Sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat atau bakat yang kita miliki, namun tanpa meninggalkan faktor peluang pasar yang ada pada masyarakat. Banyaknya pengusaha sukses, karena mereka memilih bidang usaha yang mereka sukai. Sehingga kita akan selalu berusaha mengembangkan bisnis yang kita miliki, dengan perasaan senang hati tanpa ada kejenuhan ataupun rasa bosan yang sering muncul. Selain itu dapat juga memulai usaha baru yang belum pernah ada di pasaran sehingga terkesan unik dan menarik, atau membuka usaha yang telah banyak dipasaran namun memiliki peluang pasar yang masih besar.
- Mental baja
Karena di dunia usaha berlaku pakem untung dan rugi, maka seorang pengusaha dituntut siap mental menghadapi berbagai cobaan. 'Milikilah mental juara atau pengusaha, bukan mental karyawan,'. Ada contoh kecil yang diambil untuk membedakan mental karyawan dan pengusaha. Seorang karyawan akan selalu merasa ragu ketika memberikan kartu namanya, atau membagikan brosur ke semua orang. Ia berfikir apakah bisnisnya akan berkembang bila ia bebas membagi-bagikan kartu namanya ke orang lain. - Buat rencana bisnis
Rencana bisnis sering juga disebut dengan business plan. Di sini, anda harus menulis secara detail berbagai perencanaan keuangan; meliputi biaya produksi, jumlah pengeluaran tiap bulan, hingga target finansial yang diharapkan dalam setahun ke depan. Rencana bisnis yang tersusun rapi dan profesional akan membuat anda lebih mudah dalam menggaet investor modal.
Dalam menulis rencana bisnis, jangan ragu untuk menggunakan jasa akuntan. Pastikan juga semuanya sudah tertulis dengan realistis dan bisa digunakan sebagai patokan untuk memprediksi perjalanan bisnis anda. Yang paling penting, rencana bisnis harus selalu dibuat,tak peduli seberapa besar atau seberapa kecil bisnis yang akan anda lakukan. - Keuangan
Pengusaha pemula biasanya kesulitan menjalankan usahanya karena keterbatasan dana. Bahkan, bagi pengusaha yang bisnisnya sudah berjalan pun, dana menjadi persoalan tersendiri. Sebagai modal utama, dana dirasakan sebagai masalah ketika kebanjiran order, atau harus menggaji karyawan. Karena itu, kata Safir, ketika meminjam uang faktor fleksibilitas harus menjadi pertimbangan utama. Sebab, bisnis tidak selamanya lancar. Menurutnya, peminjam harus menghindari pinjam uang dari rentenir karena biasanya pungutan bunganya sangat tinggi. - Tempat menjalankan bisnis
Anda perlu menentukan tempat di mana bisnis anda akan dijalankan. Mungkin anda perlu menyewa bangunan sendiri, mungkin anda bisa menggunakan sebagian kecil dari tempat tinggal anda, atau anda bisa menumpang menjalankan bisnis di pusat-pusat perbelanjaan dengan menyewa stand kecil. Yang jelas, semua bisnis memerlukan tempat, dan ini harus diperhatikan dengan masak-masak.
Saat menentukan tempat untuk berbisnis, pastikan tempat tersebut mudah dijangkau baik oleh pelanggan maupun oleh anda sendiri, sehingga sistem produksi, distribusi, dan operasional bisnis anda bisa berjalan dengan lancar dan teratur. - Rekan kerja
Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut. - Struktur dan bentuk bisnis anda secara hukum
Di tahap ini, anda harus menentukan dengan jelas bentuk badan usaha yang akan anda jalankan. Mungkin anda akan memulai sebuah usaha non-formal, yang artinya anda tidak perlu berurusan dengan lembaga hukum dan urusan rumit lainnya. Mungkin juga anda ingin mendaftarkan usaha anda sebagai Perseroan Terbatas (PT), CV, Firma, dan sebagainya. Yang jelas, jika badan usaha anda terdaftar secara legal, investor akan lebih percaya dalam menamkan uangnya. Jika kelak usaha anda berkembang menjadi besar, mau tidak mau anda juga harus mendaftarkannya secara hukum untuk mengamankan sistem paten maupun hak cipta dalam usaha anda. Pertimbangkan dulu untung ruginya, baca persyaratannya, baru ambil keputusan. - Beriklan
Biasanya perusahaan yang memiliki modal besar akan memasang iklan di media massa. Bagi yang bermodal sedang akan membuat brosur, atau promosi kecil-kecilan. Lalu bagaimana yang bermodal pas-pasan alias berkantong tipis ? Sering kali kita lupa menarik hati konsumen dalam berbisnis. Menarik hati konsumen tidak selalu efektif melalui iklan atau brosur yang perlu biaya. Langkah lain adalah iklan dari mulut ke mulut atau bahasa Inggrisnya buzz marketing. Menurutnya, iklan dari mulut ke mulut ini selain gratis juga cukup efektif. Gunakan energi orang lain untuk memasarkan produk atau jasa usaha Anda. - Pasar dan Pelanggan
Usaha yang anda mulai tentu memiliki target pelanggan tertentu, misal dari kategori umur, kategori pendidikan, kategori jenis kelamin, atau kategori ekonomi. Jika anda sudah menentukan target utama pelanggan yang ingin dijangkau, sistem promosi usaha akan lebih mudah dan lebih tepat guna untuk dilakukan, apapun medianya.
Pastikan juga anda siap untuk memberikan servis terbaik bagi pelanggan. Cobalah berpikir dari sudut pandang konsumen dalam melihat usaha anda. Selalu bersikap profesional, dan jika memungkinkan berikan berbagai macam bonus untuk pelanggan-pelanggan setia anda. - Eksekusi dan Konsistensi
Langkah terakhir dalam memulai usaha baru adalah mengeksekusi atau menjalankan semua poin-poin yang sudah kita susun secara mendetail di atas. Sebagus apapun rencana yang anda buat, apabila tidak diikuti dengan eksekusi yang tepat akan berakhir juga dalam kegagalan. Oleh karena itu, pastikanlah anda benar-benar mengeksekusi rencana sesempurna mungkin, semirip mungkin dengan yang sudah tertulis dalam rencana bisnis anda.
Tips
Dalam menjalankan usaha, anda juga perlu untuk tetap konsisten dan tekun. Jangan mudah menyerah di tengah jalan. Disiplin, dan jangan mudah mencari alasan untuk menunda suatu pekerjaan yang berkaitan dengan usaha baru anda. Selalu lakukan evaluasi, dan berpikirlah tentang berbagai inovasi baru yang bisa dikembangkan.
Referensi
- http://arhamvhy.blogspot.com/
