X

Ingin Menjadi Penulis ?

CARA :

= SETTING
T
R STATISTIK
U TOPIK
Membuat Cerpen Anda Tetap Pendek Rating: 4.5 Diulas oleh: kiki

Membuat Cerpen Anda Tetap Pendek

Bagaimana cara menulis cerita yang pendek?
Karena pendek, menulis cerpen sepertinya cukup mudah Tapi tahukah Anda, bagian tersulit dari menulis cerpen justru menjaga agar cerpen Anda tetap pendek.
Kesulitan ini bukan soal pembatasan jumlah kata saja – Sekira 900 sampai 1.500 kata untuk koran edisi hari minggu. Tetapi, karena Anda juga diwajibkan memenuhi persyaratan yang sama seperti pada penulisan novelet 20.000 kata atau novel 50.000 kata :

  1. Cerita fiksi WAJIB Memiliki awal, tengah & akhir 
  2. Menghadirkan 4 elemen WAJIB yaitu karakter, konflik, setting, & resolusi

Percayalah, memenuhi kedua persyaratan diatas bisa membuat draft pertama Anda membengkak.

Kebanyakan penulis berharap bisa mengurangi jumlah kata pada saat merevisi draft pertama..Faktanya, kesulitan kerap bermula dari harapan –palsu- ini.
Bayangkan draft pertama Anda yang berjumlah sekitar 3.000-an kata. Sementara target Anda sebuah cerpen maksimal 1.500-an kata. Proses revisi tiba-tiba menjelma momok menakutkan. Bagaimana tidak, setengah dari naskah harus Anda buang. Apa itu bukan menulis ulang namanya ?
Itu sebabnya berharap pada proses revisi ibaratnya seperti menyimpan bom waktu.

Menjaga agar cerpen Anda tetap pendek, sebenarnya bisa dimulai sejak awal Anda merancang cerita

Cara & Langkah
  1. Hanya Tentang Satu Episode Dalam Kehidupan…
    Sebelum menulis, sebaiknya Anda memeriksa ruang lingkup ide cerita Anda.
    Jika Anda ingin menceritakan sesosok karakter dari lahir sampai mati, sebaiknya Anda merencanakan sebuah novel.
    Jika Anda ingin menulis cerita pendek, Anda hanya perlu menyorot satu episode penting dalam kehidupan karakter utama.
    Anda bisa melihat contohnya pada cerpen Christmas Is A Sad Season For The Poor (1949) karya John Cheever. Penulis Amerika Serikat peraih penghargaan Pulitzer.
    Karakter utama cerpen ini adalah Charlie. Seorang yang telah berprofesi sebagai operator lift selama 10 tahun. Namun cerpen ini hanya bercerita tentang sebuah hari -yaitu hari Natal- dalam kehidupan karakternya sebagai operator lift.
  2. Mengikuti Struktur Cerita Sederhana
    Cerpen tidak menyisakan ruang bagi sub plot seperti yang biasa Anda temui dalam novel.
    Jika Anda mengikuti aturan klasik Aristoteles : awal – tengah – akhir, maka struktur yang akan menjaga cerita Anda tetap pendek akan terlihat seperti ini :

    Awali dengan kemunculan sebuah masalah yang akan diselesaikan oleh karakter


    Mari kita lihat kembali contoh cerpen Christmas Is A Sad Season For The Poor. John Cheever lansung menyuguhkan pembaca masalah/benih konflik, yaitu kewajiban vs. keengganan Charlie untuk tetap bekerja di hari Natal.
    Pembukaan cerpen Anda sebisa mungkin memicu pertanyaan dari pembaca; Apa akhir (perubahan) yang akan terjadi pada diri karakter akibat masalah tersebut

    Pertengahan cerita berisi cara karakter bersangkutan menghadapi masalah

    Pertengahan cerita juga berisi titik balik. Tempat dimana Anda menunjukkan sebuah tindakan… atau keputusan yang diambil oleh karakter utama dalam usahanya menyelesaikan masalah.
    Perhatikan bagaimana John Cheever mengisi bagian ini.
    Dia menunjukkan bagaimana Charlie mengeluh, berbohong, dan memanipulasi kebaikan hati para penghuni gedung, sebagai pelampiasan ‘ketidakadilan’ yang dirasakannya sebagai orang miskin di hari Natal.
    Lalu…secara halus John Cheever pelan-pelan membalikkan anggapan Charlie – dan pembaca- ketika….penghuni gedung secara bergantian menghadiahi Charlie dengan makanan dan pakaian… Ternyata orang miskin yang justru banyak mendapatkan berkah di hari Natal.

    Akhiri cerita dengan sebuah resolusi

    Sebuah resolusi menandakan perubahan yang terjadi pada diri karakter… dengan kata lain, karakter mendapatkan pelajaran/hikmah dari masalah yang dihadapinya.
    Pada bagian ini, pembaca sudah bisa menangkap pesan moral yang ingin disampaikan oleh penulis.
    Setelah membaca cerpen John Cheever, pembaca akan mengalami perubahan seperti yang dialami Charlie. Bahwa makna Natal bukan tentang menerima. Tapi memberi. Tidak peduli Anda orang kaya atau miskin.
  3. Mulai Cerita Sedekat Mungkin Dengan Akhir
    Memulai cerita dengan generalisasi kerap menjadi penyebab gemuknya cerpen Anda. Cara ini berpotensi menambah jarak dari titik awal cerita menuju titik akhir.
    Jadi coba pikirkan lagi dimana cerita Anda benar-benar dimulai. Jika kejadian yang akan Anda ceritakan terjadi pada malam hari, apakah masih penting menceritakan aktifitas karakter mulai dari pagi hari ?
    Cara memulai cerita sedekat mungkin dengan akhir cukup mudah.
    Cermati dimana Anda melihat konflik mulai muncul dan… karakter mulai beraksi mengambil alih cerita. Mulailah kalimat pertama Anda dari situ.
    Cerpen The Man Who Shouted Teresa karya Italo Calvino, salah satu contoh terbaik dalam kasus ini
    Aku menjauh dari trotoar, berjalan mundur beberapa langkah dengan wajah tengadah, lalu dari tengah jalan, seraya mengatupkan kedua tangan agar membentuk corong di sekitar mulut, aku berteriak sekeras-kerasnya: “Teresa!”
    Italo Calvino tidak memberikan pengantar. Tidak ada latar belakang darimana pria itu berjalan dan… mengapa tiba-tiba dia sampai ditempat itu.
    Ide cerpen Italo Calvino adalah tentang kejadian tersebut. Jadi dia memulainya tepat pada saat kejadian itu sendiri berlansung.
    Penulis lain yang terkenal piawai menggunakan teknik ini adalah sang legenda, Anton Chekhov. Anda bisa melihat cara dia menggunakannya pada cerpen Fat and Thin (1883).


 
Catatan

Pendek. Itulah daya tarik cerpen.
meski pendek, Anda tetap bisa menutupi cerita secara keseluruhan…karena cerita Anda memiliki awal, tengah dan akhir…serta menghadirkan semua elemen fiksi yaitu karakter, setting, konflik, dan resolusi.

Referensi

indonovel.com

Anda mungkin juga menyukainya