X

Ingin Menjadi Penulis ?

CARA :

= SETTING
T
R STATISTIK
U TOPIK
Menjadi Penulis yang Profesional Rating: 4.5 Diulas oleh: kiki

Menjadi Penulis yang Profesional

Sebagai seorang penulis yang sesekali nyambi menjadi editor, saya termasuk orang yang sangat peduli terhadap kesempurnaan tulisan. Setiap membaca tulisan, mau panjang atau pendek, saya bisa dengan cepat menemukan kesalahan ketik (typing error). Lucunya, dalam beberapa tulisan sendiri (yang sudah ter-publish), saya pernah “kepleset” melewatkan beberapa typing error. Padahal saya sudah melakukan proofreading lebih dari 2 kali dan merasa yakin tulisan tersebut sempurna. Sekian menit setelah saya publish tulisan tersebut, ada komentar dari pembaca. Baru mau senang karena hal tersebut, ternyata komentar pembaca itu berisi koreksi typing error yang terdapat pada paragraf tengah tulisan saya. Pembaca tersebut bahkan tidak peduli dengan isi tulisannya.

Saya cukup yakin bahwa banyak dari teman-teman juga sering mengalami hal ini. Sebagai penulis, kita kerap lebih fokus pada konten dan melupakan teknis. Kita lebih mengutamakan tulisan memiliki ide yang bagus, pesan tersampaikan dengan baik, serta susunan bahasa dan pemilihan katanya tepat. Kita akhirnya mengesampingkan teknis EYD yang adalah hal paling mendasar dari sebuah tulisan. Kita pun akhirnya juga tidak terlalu “ngeh” pada kata yang salah ketik.
Padahal, kesempurnaan teknis tulisan juga menjadi salah satu tolok ukur utama penilaian pembaca. Apalagi jika tulisan dimaksudkan untuk tujuan formal, bisnis, dan atau keperluan konten marketing. Teknis tulisan yang ternoda oleh typing error menyebabkan hal fatal. Kita tak hanya jadi bahan tertawaan, tetapi juga mendapat stigma buruk. Mulai dari dipandang tak mampu membayar seorang penulis/proofreader/editor yang berkualitas, kredibilitas diragukan, sampai mendapat kerugian finansial yang besar.

Hal utama yang harus kita pastikan dalam berburu typing error dalam tulisan sendiri adalah jangan pernah melakukan proofreading sebelum kita benar-benar menyelesaikan proses penulisan dan editing. Karena proses pengecekan ini membutuhkan ketelitian yang tinggi, maka pastikan kita melakukannya saat berada di waktu khusus tanpa distraksi dan interupsi dari apapun. Lalu, ada pula yang bilang keyboard berpengaruh terhadap penulisan. Jadi, pastikan perangkat kerja kita memiliki keyboard yang nyaman untuk pergerakan jari saat mengetik.
Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan saat berburu typing error. Cara ini umumnya digunakan pada tulisan panjang, seperti blog post, email marketing (newsletter), proposal, laporan kerja, dan company profile. Untuk versi pendek seperti copywriting iklan cetak, beberapa tahap di bawah ini tetap bisa dilakukan. Tahap ini memang cukup memakan waktu, namun sangat efektif. Kita bisa melakukannya sendiri, atau bisa juga mengandalkan jasa proofreader dan editor di perusahaan kita. Jika tidak punya proofreader dan editor sendiri, just hire the freelancer!

Cara & Langkah
  1. Beri jeda sebelum proofreading
    Biasakan menyegarkan pikiran dan mata kita dulu sebelum proofreading. Luangkan 1-2 hari jeda jika waktu deadline masih cukup panjang. Jika memang deadline ketat, tinggalkan dulu tulisan seminimalnya 1 jam baru mulai mengeceknya. Hal ini membuat otak dan mata kita punya perspektif, emosional, maupun kesan yang lebih segar terhadap tulisan tersebut. Jadi, kita bisa lebih fokus melihat tulisan yang “faktual”, bukan yang sekadar kita harapkan.
  2. Kenali kelemahan utama sendiri
    Sebelum proofreading, pastikan kita sudah membekali diri dengan pengenalan terhadap kelemahan kita dalam menulis dulu. Jadi kita bisa lebih fokus pada kata-kata tersebut. Saya, misalnya, punya kelemahan mengetik “dan” menjadi “dna”, “untuk” menjadi “utnuk” serta “saja” menjadi “sajana”. Kita bisa menggunakan fitur “find and replace” di Ms. Word untuk menemukan kata-kata kelemahan kita tersebut dan langsung mengeditnya saat proofreading. Hal ini juga berlaku untuk pengetikan EYD. Cari tahu juga penyebab seringnya kita melakukan kesalahan tersebut agar lebih mudah mencari cara memperbaikinya.
  3. Print out!
    Setelah melakukan proofreading pertama, lanjutkan dengan melakukan pengecekan tahap ke 2. Print out tulisan ke dalam dua versi; 1 versi asli dan 1 versi dengan jenis, ukuran, dan warna font serta spasi dan margin yang berbeda. Tampilan berbeda membuat otak dan mata kita mengartikan tulisan sebagai hal baru sehingga jauh lebih fokus ketika dibaca. Kita juga bisa menyetaknya dalam format kolom seperti buku atau koran untuk tampilan lebih berbeda. Membaca versi printed out membuat kita lebih fokus karena bisa kita tandai. Pun bisa kita bawa keluar, ke tempat lain yang lebih santai yang segar, sehingga kita bisa lebih detail lagi saat proofreading.
  4. Baca sambil keluar suara!
    Baca hasil tulisan dan editan sambil mengeluarkan suara membuat kita jauh lebih fokus pada detail kata per kata. Idealnya, membaca dengan volume dan tempo sedang. Jangan buru-buru karena nantinya bisa jadi sama saja dengan membaca cepat (skimming) dan typing error tetap terlewat. Membaca sambil keluar suara ini juga memudahkan kita menemukan flow tulisan, apakah enak dibaca atau tidak.
  5. Fokus!
    Saat berburu typing error, kita harus fokus tak hanya pada kata tetapi juga sampai ke EYD. Ada 3 cara yang perlu kita lakukan jika ingin melatih fokus, yaitu

    paksa diri untuk membaca setiap kata. Jika tidak ingin membaca bersuara (misalnya karena kita sedang berada di kantor dengan ruangan bersama), kita bisa melakukan pembacaan terfokus ini. Cara mudahnya adalah dengan membaca sembari menggunakan ujung pensil/pulpen sebagai penanda trek bacaan dan memastikan tidak ada kata terlewat. Kita juga bisa memakai penggaris yang diletakan di bawah baris tulisan yang sedang dibaca untuk memastikan tidak ada baris kalimat terlewat/terloncat.

    buat sistem pengecekan terpisah. Cara ini membuat kita membaca berulang kali. Pembacaan 1, khusus untuk mengecek kata. Pembacaan 2 khusus untuk mengecek tanda baca. Pembacaan 3, khusus untuk mengecek EYD lain-lain. Pembacaan 4, khusus mengecek data dari pihak ketiga (jika ada), seperti tabel, kutipan, nilai, grafik, dan lainnya. Pembacaan 5, khusus mengecek format tulisan. Begitu seterusnya, sesuaikan dengan nyamannya masing-masing. Cara bertahap ini menjadikan fokus kita lebih jelas dan terarah sehingga ketelitian semakin terjaga.

    baca terbalik, mulai dari akhir ke awal. Banyak yang mengatakan bahwa cara ini cukup efektif untuk membuat otak kita merasa ganjil sehingga lebih detail dalam mencari typing error (lebih fokus pada huruf dan kata).
  6. Ask others to read!
    Setelah menyelesaikan proofreading mandiri, sempurnakanlah dengan meminta mata lain untuk mengeceknya. Mereka bisa menemukan kesalahan yang terlewat oleh kita. Tidak ada personal checker yang lebih baik dan teliti dibanding orang baru yang belum pernah membaca tulisan tersebut sama sekali. Kita bisa meminta bantuan teman, keluarga, atau secara profesional kepada proofreader dan editor.
 
Tips

Kesempurnaan tulisan tak hanya datang dari konten, tetapi juga teknis seperti ketepatan penulisan dan EYD. Mari biasakan diri menjadikan typing error sebagai musuh dan latih diri kita untuk peka dan teliti terhadapnya dalam tulisan sendiri. Tulisan yang bebas dari typing error adalah tulisan yang professional dan bisa menaikan kredibilitas kita.

Referensi

sribu

Anda mungkin juga menyukainya